::

Menu

Islam dan Musik

Musik seringkali menjadi perdebatan dalam Islam. Ada sebagian ulama yang mengharamkan ada ada pula yang menghalalkan berdasarkan keyakinan mereka. kadar pelarangannya juga bermacam-macam, ada yang betul-betul melarangnya ada yang memperbolehkan dengan batasan-batasan tertentu.

Sejarah musik di Islam sudah dikenal sejak zaman Nabi. Seperti hadist yang diriwayatkan Bukhari: "Dari Aisyah r.a, bahwa ketika dia menghantar pengantin perempuan ke tempat laki-laki Ansar, maka Nabi bertanya: Hai Aisyah! Apakah mereka ini disertai dengan suatu hiburan? Sebab orang-orang Ansar gemar sekali terhadap hiburan."

Ulama besar Al-Ghazali mengutip perkataan Imam Syafi'i yang mengatakan bahwa sepanjang pengetahuannya tidak ada seorangpun dari para ulama yang benci mendengarkan nyanyian, suara alat-alat musik, kecuali bila di dalamnya mengandung hal-hal yang tidak baik. Maksud dari kalimat Al Ghazali adalah nyanyian tersebut tidak dilarang selama tidak  bercampur dengan hal-hal yang telah dilarang oleh syariat.

Perkembangan musik di dunia Islam berkembang pesat di zaman Dinasti Umayyah. Hal itu ditandai dengan maraknya kegiatan penerjemahan kitab-kitab seni musik ke dalam bahasa Arab. Tradisi pengkajian dan permainan musik semakin berkembang pada era Dinasti Abbasiyah. Banyak ilmuwan Muslim yang menerjemahkan buku-buku tentang musik dari Yunani, terutama pada masa pemerintahan Khalifah Al-Ma'mun.

Sedangkan di Indonesia, pemaknaan umum musik Islami identik dengan aliran musik yang kental dengan nuansa arab seperti kasidah, gambus atau nasyid. Padahal sudah berabad-abad lalu Sunan Kalijaga sudah menciptakan tembang yang mempunyai makna yang dalam tentang Islam. Islam yang baru masuk Jawa diibaratkan sebagai tanaman yang bersemi.

"Lir-ilir, lir ilir  Tandure wis sumilir
Tak ijo royo-royo  Tak senggo penganten anyar
Bocah   angon-bocah angon  Penekno blimbing kuwi
Lunyu-lunyu penekno Kanggo mbasuh dodot iro 2x.


Dodot iro.. dotot iro….
Kumitir bedah ing pinggir  Dondomono jlumatono
Kanggo sebo mengko sore. Mumpung padang rembulane
Mumpung jembar kalangane Yo surak`o……….. Surak  iyo!”


Ayo bangun (dari tidur), tanam-tanaman sudah mulai bersemi,
demikian menghijau terlihat bagaikan pengantin baru
Wahai gembala, ambillah buah blimbing itu,
walaupun licin tetap panjatlah untuk mencuci pakaian

Pakaian-pakaian yang telah koyak sisihkanlah
Jahit dan benahilah untuk menghadap nanti sore
Mumpung sedang terang bulan, mumpung sedang banyak waktu luang
Mari bersorak-sorak ayo…
(Dari berbagai sumber)

Share This:

TIMUR Production

Supported by a team of event professionals and deeply rooted local expertise, Timur Production offers combined experience in all facets of destination management and event delivery. We look forward to the opportunity to earn your business and provide you with an exceptional experience every time.

To see what we can do for you, do not hesitate to contact us now.

No Comment to " Islam dan Musik "

  • To add an Emoticons Show Icons
  • To add code Use [pre]code here[/pre]
  • To add an Image Use [img]IMAGE-URL-HERE[/img]
  • To add Youtube video just paste a video link like http://www.youtube.com/watch?v=0x_gnfpL3RM